October 12, 2018

Frekwensi Kekambuhan Asma Bisa Berkurang dengan Cara Berenang

Frekwensi Kekambuhan Asma Bisa Berkurang dengan Cara Berenang-Penayakit asma adalah penyakit yang berkaitan dengan pernapasan, penyakit asma di karenakan sensitif terhadap alergen tertentu, dan yang  paling umum terjadinya asma kambuhan adalah di karenakan adanya faktor pemicu, pemicu yang paling umun adalah bulu binatang, serbuk bunga, debu, cuaca dingin dll
Penyakit asma di karenakan penyempitan dan peradangan pada saluran pernafasan, dan jika itu terjadi pasien harus mendapatan penanganan yang tepat dan cepat jika terlamabat bisa mengancam jiwa pasien

cara-mengatasi-kekambuhan-sakit-asma-tantirasmawati.com

Menurut RISKEDSAS (Riset Kesehatan Dasar) pada tahun 2013 penduduk di Indonesia yang menglami sakit asma sekitar 4,5 % dari seluruh populasi di Indonesia, maka dari itu tidak heran orang penderita sakit asma meninggal secara tiba-tiba karenakan penanganan yang tidak segera, ini terjadi bukan terjadi di pelayana kesehatn tapi di rumah tempat tinggal mereka dengan alasan jauh dari  fasilitas kesehatan seperti puskesmas, klinik atau rumah sakit dan juga untuk menguranngi tingkat keparahan sakit asma , masyarakat pada umumnya mereka mencari upaya pengobatan dengan secara  alami dan bahkan di pedesaan ada yang namanayu abat menggunakan hewan seperti menggunakan ati kelelawar, hati kelelawar ini di percaya bisa menyembuhkan penyakit asma, apakah betul demikian?

Mengenai sakit asma bisa sembuh dengan ati kelelawat untuk saat ini belum ada penelitian secara jelas , atu belum ada dari lembaga riset yang menyatakan bahwa asma bisa sembuh dengan makan ati kelelawar,  nmaun kepercayaan masyarakt mengenai hal itu memang terbukit walapun pengobatan dengan ati kelelawat ini ada yang sembuh ada yang belum berhasil

Selai itu juga upaya yang bisa di lakukan dan mudah adalah dengan cara berenang, nah apa kaitannaya antara berenang dengan mengurangi tingakat keparahan sakit asma?

Menurut para ahli beranggapan bisa memberi  efek yang signifikan bagi penderita asma
Baca Juga: Cara Mencegah Kanker Prostat yang Mudah di Lakukan di Rumah
#1. Bisa mengembalikan fungsi organ jantung ke tahap normal
#2. Berenang bisa mengurangi tingkat keparahan di saat serangan asma
#3. Berenang bisa membantu aktifitas lebih lancar terutama untuk menyelsaikan pekerjaaan yang berat
#4. Berenang bisa mengurangi frekwensi serangan asma

Dan perlu di perhatikan juga jika anda hendak berenang di kolam renang umum, bisa di perhatikan mengenai kandungan klorin tinggi, karena salah satu pemicu serangan asma juga di karenakan bau menyengat klorin,   klorin adalah pemutih air untuk kolam renang,

 nah bagaimana cara membedakan  klorin tinggi dan tidak? Kita bisa memebedakan bau air kolam itu sendiri, jika bau air membuat pernafasan kita terasa sesak, sebaiknya jangan berenang di kolam  terseut, tapi di saat di hisap klorinnya tidak terlalu bau, boleh di lanjutkan renang, dan selain itu juga jikalau anda alergi terhadap dingin, usahakn mandi di saat tengah hari dan saat cuaca panas.
Saat berenang sebaiknya anda di dampingi dengan orang terdekat karena ini di kwatrikan di saat anda berenang terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, misalnya kambuh asma secara tiba-tiba aatua saat berenganadan mengalami kejang secara tiba-tiba terlebih anda mengalami asma kambuhan dan tidak kut menahan dingin

Faktor-fakto terjadinya kekambuhan asma

1. Debu

Debu bisa di dapat di jalanan atuapun di rumah sekalipun, debu bisa memicu saluran pernafasan menyempit dan peradangan, efek yang di timbulkannya adalah merangsang imunoglobulin (Ig) E dan IG E ini termasuk enzim sensitif terhadap alergen tertentu yang masuk melalui pernafasan, makanya menggunakan masker itu perlu apalagi di saat musim kemarau tiba atau saat menggunakan kendaraan sepeda motor

2. Tungau

Tungau bisa di dapat di karenakan hygine rumah kita yang kurang memperhatikan kesehatan, dan yang paling betah tungau bersarang di selimut, spring bed, kursi dan gorden, maka dari itu mencuci seminggu sekali itu menjadi hal yang wajib di lakukan

3. Serbuk sari

sepertinya kalau di Indonesia serbuk sari kurang begitu berpengaruh antara bau serbuk sari dengan kejadian asma terutam di negra kita yang memliki 2 musim, karean di negara yang memeliki 4 iklim bunga-bunga mekar pada saat tertentu, yang mana bisa mengeluarkan bau wangi yang menyengat dan si  serbuk sarinya ini berterbangan seperti di Australia dan negara-negara Eropa

4. Cuaca dingin

Terutama di musim hujan atau musim kemarau di pagi hari biasanya cuaca menjadi dingin, dan untuk itu selimut atau mantel yang tebal menjadi pilihnnya untuk dipakai

5. Asap rokok

Sakalipun anda tidak merokok, jika dalam keluarga ada anggota yang merokok sebaiknya jauhi, karena asap rokok ini bahaya dan lebih bahaya perokok pasif di banding dengan perokok aktif, perokok aktif (objek penghisap), pasif (orang yang terpapar asap rokok)

6. Alergi makana (protein)

Alergi yang menjadi biang kerok terjadinya kambuh asma adalah dari protein, seperti halanya kita makan ikan laut, kerang dll dan bahkan ada juga orang penderita asma makan telur juga bisa terjadi serangan, maka dari itu faktor pencetuslah perlu tersebut perlu di jauhi

7. Bulu binatang

Binatang yang memeliki bulu lembut merupakan hewan yang mengeluarkan bulu seperti kucing, anjing dan hamster, jika hewan kesayangan anda bulunya berterbangan  pada saat di pegang bulunya malah lepas perlu di curigai ada bulu lain yang lebih halus  berterbangan juga, mengatasinya menggunakan masker dan jauhkan hewan dari kita, atau di kandangkan di dalan ruangan khusus
Melihat fakta kesehatan tersebut tidak salahanya olahraga tangan ini menjadi olahraga rutin dilakukan tiap minggu, karena teman saya memeliki pengalaman, mereka kebetulan memeliki asma kambuhan alergi cuac dingin, kemudain ada yang menyarankan bahwa untuk mengurangi asma harus rutin renang, dan akhirnya dia percaya, setiap hari minggu mereka renang, dan alhamdulialh dengan olaghraga rutin ini, yang biasanya kedinginan sedikit langsung kambuh, menghisap bau asap rokok langsung  kambuh, namun setelah melakuan rutin renang selama 6 minggu , dia tidak lagi kambuh walapun cuaca di musim hujan cukup dingin

Jadi jelas antara olahraga dan  kekambuhan asama ini erat kaitannya, jadi untuk andapun mungkin bisa menerapkan pengalaman teman saya ini,

Adakah olahraga selain renang untuk mengatasi  tingkat frekwensi kekambuhan asma? Ada yaitu olahraga jogging, namun untuk jooging jangan terlalu dipaksakan sampai keringat dingi kelur tapi, untuk tahap pertama pemanasan jangan langsung lari (gass polll) tapi jalan santai dahlulu, kemudian tingkatkan ke lari yang lebih cepat, dan segera berhenti jika sudah dan tanda-tanda nafas mulai berat
Nah itu yang cara mengatasi asma dengan olahraga
****Semoga bermanfaat