May 04, 2017

Pengalaman Membuat SIM C Di Polres Garut Ada Senang Dan Ada Sedihnya Juga

Saya adalah seorang mahasiswa semester akhir dengan banyak sekali waktu untuk bermain dan kemana saja hati inginkan kemana aja saya mau dan terlbih jika sudah beres penelitian skripsi pasti bebas dan merasa tidak ada halangan.

Awal ceritana teman saya si eko mau bikin sim C ke daerah Garut tepatnya di Tarogong Garut yaitu niatnya ingin membuat SIM C dengan jujur dan tanpa suap , dengan harapan harga murah dan dapat dengan bayar Rp.120.000 saja kerns jika tidak di tes ada kabar burung bahwa membuat SIM C itu sampai Rp 500.000 nah temen guwe duit dari mana kerja juga belum wkwkwkw kwwkw..

polres-garut-tes-sim-tantirasmawati.com

Singkat cerita aku dan si eko pergi ke daerah Garut dengan menunju ke kapolres Garut yaitu tujuan membuat sim tadi, dan pas sampai di Garut ternyata yang dulunya kantor polres itu ganti menjadi kantor Brimob, betapa terkejutnya aku…

ko aneh bisa berubah seperti itu, dan saya tidak habis piker dan akhirnya saya menanyakan kepada orang sekitar kantor tersebut

Aku : Pa maaf mau nanya, kantor kapolres pindah kemana yak ko sekarang jadi kantor brimob.
Pa Maman: ‘’Oh iya de sekarang mah kantor kapolres tidak di sini lagi sudah pindah,’’
aku : ‘’Oh kemana emang pa pindahnya?’’
Pa Maman: ‘’Deket dari sini paling 2 kiloan juga sampai,’’
Aku: ‘’Oh begitu, baik pa, terimakasih’’
Pa Maman: ‘’Ya sama-sama
Kalo nanti bingung naya lagi saja kalo udah deket ya,,’’
Aku : ‘’Iyaa pa,, terima kasih’’

Akhirnya saya melanjutkan perjalanan , dan ketika sudah deket , saya menanyakan lagi di dekat sekita kantor

Dan ternyata sudah di depan mata kantor kapolres sudah kelihatan..
Dan singkat cerita, akhirnya saya masuk ke lingkungan kantor polres, dan di sana sudah banyak sekali orang-orang yang mau permohonan SIM, mulai anak SMA sampai yang sudah tua ada disana., dan saya juga sempat bingung ko kantornya dimana susah bgt tempat parkir, akhirnya saya menanyakan lagi di dalam, (maklum baru masuk )
Akhirnya saya  bisa parkir, dan di dalam masih bingung juga ko ini banyak orang sekali dari mana mulai pendaftarannya,…saya sempet bingung

1. Harus daftar terlebih dahulu di loket permohonan sim, dan disana di Tanya permohonan sim apa? Sim A atau sim C
Dan saya menjawab sim C
Kemudian stelah dari sana, teman saya itu harus…
2. Cek kesehatan dahulu didepan ,mungkin klinik gak tau apa, dan jalan lagi nyebrang jalan dan bayar Rp. 30.000, dan hanya di cek TD, sama cek buta warna, Tinggi badan dan berat badan dan di sana lumayan lama ngantri juga

3. Kemudian di suruh ke bagian apa lah lupa ,intinya cap semua jari, mungkin stik jari gitu lah.. dan bayar di sana Rp.10.000

4. Dan di beri maf warna ungu berisi, surat permohonan SIM, surat stik jari dan hasil tes Kesehatan (padahal tes kesehatannya cuman sederhana sekali tetapi bayar mahal…. Hadeuuhh…)

5. Dan disuruh masuk ke bagian ujian tes tulis, dan di sana mengisi soal seperti ujian kamu pada waktu sekolah, mengisi soal sebanyak 30 soal dan tidak di waktu  bebas saja sampai beres, biasa tentang soal rambu-rambu lalulintas gitu,,, gak ribet-ribet amat lah mudah bagi yang sudah bisa mah,,

6. Dan jika sudah beres di sana di nilai lulus apa enggaknya, dan langsung di tilai pada saat itu juga tidaklama menunggu lama

dan yang paling menyengangkan, teman saya itu nilainya jeblok sekali yaitu 20, wkwkwkwkwwk…
Dan memutuskan dari petugas yang ada di dalam ruangan untuk datang lagi 2 minggu berikutnya untuk ujian tes tulis kembali

Dan akhirnya tahap pertama tidak berhasil dan kami memutuskan pulang saja ,  dengan membawa kekecewaan… 

Singkat cerita

Pas sudah dua minggu akhirnya kami datang lagi ke sana dan , tidak banyak basa basi langsung saja masuk ke bagian tes tulis tanpa bayar apa-apa dan sudah masuk seperti biasa di beri soal lagi seperti kemarin dan soalnya kata teman saya mungkin masih itu-itu saja

Dan akhirnya teman saya itu ujian lagi, dan yang paling menyengangkan adalah  jeblok lagi ternyata nilainya nilainya mengecewakan lagi hanya naik 30 jadi 50,
Saya lihat muka teman saya ketika keluar dari ruang ujian kusam banget, dan dalam hati saya kayanya si eko ini jeblok lagi,,eh ternyata benar dugaan saya ..

Kemudian

Dan petugasnya pun menyuruh pulang lagi, dan membawa kekecewaan lagi
Dan ketika perjalanan kami pulang, saya nanya-nanya kepada si eko

Saya ; ‘’Ko, ari maneh ku naon geus 2 kali masih teu lolos deui’’
Eko:’’Nya atuh da sep hese soal na,’’
Saya: ‘’Terus tentang naon emnag soalna’’
Masalah rambu-rambu lalulintas, prioritas utama, seperti ‘’mana yang lebih dahulu orang yang mau belok atau yang lurus’’ nah soalnya seperti itu kira-kira katanya?
Dan sambil kami jalan pulang, teman saya itu ngutruk terus sampai di kost daerah Cibiru Bandung.

Masuk ke minggu Berikutnya

Seiring dengan berjalanhya waktu,akhirnya sudah sampai yang ke tiga kalinya, dan kami memutuskan pergi lagi ke Garut, dan alurnya sama , langsung saja masuk ke bagian praktek tulis dan membawa map sebelumnya yang sudah lecet wkwkw

Dan saya seperti biasa jika si eko lagi ujian di dalam suka menunggu di lobi depan gedung , sambil nonton TV bersama teman yang lain yang sama menunggu juga sambil lihat-lihat cewe cantik

…. Dan saya menunggu sekitar 30 menit akhirnya teman saya itu keluar,,, dan allhamdulilah teman saya itu wajahnya sumringah dan keliahtan berbunga-bunga, dan kata si eko lulus dengan nilai nambah lagi 20 lagi jadi 70

Dan ternyata dengan nilai 55 saja sudah bisa lulus intinya jangan = 50 pas sama sekali itu tidak lulus dan harus mengulang kembali

….. dan akhirnya keluar dan lulus dari tes tulis, kamipun disuruh melanjutkan praktek ,yaitu ujian praktek (mengendarai motor langsung)

Dan dI sana sudah ngantri lagi yang ingin ujian praktek, ,, dan teman saya itu langsung daftar,, dan akhirnya mengikuti ujian praktek, tetapi sebelumnya di suruh latihan dahulu sampai mahir di tempat praktek tersebut, karena ada dua sesi ujian praktek ada mulai jam 8 dan ada yang jam 1 siang , baik ujian SIM C maupun SIM A, dan di adakan dalam 1 lapangan

Dan yang paling mengesankan lagi ternyata pas ujian praktek tersebut tidak lulus lagi, dan lagi-lagi kami disuruh pulang sama sipolisi tersebut, dan akhirnya di surh balik lagi 2 minggu berikutnya lagi lagi kamui kami kecewa lagi…

… dan sampai 2 minggu kemudian, kami datang lagi, dan langsung masuk daftar ke bagian ujian praktik,,,,ke bagian ujian praktik.. dan sebelumnya teman saya itu  latihan terlebih dahulu, soalnya jam 9 baru nyampe dan daftar ujian praktek memilih yang siang, biar mahir dulu katanya,,, heheh
.. nah stelah tepat jam 1 siang teman saya itu mendaftarkan diri dengan penuh percaya diri tinggi karena sudah lulus latihan dilapangan tersebut

Nah si eko lagi…..lagi kecewa

Dan yang paling mengecewakan lagi adalah tidak lulus kembali, 
Soalnya pada tahap 1 jatuh di lintasan berbentuk U, dan untuk sekarang jatuh di lintasan bentuk angka 8, saya rasa sedikit ada kemajuan walaupun tidak lulus, dan lintasanya itu
Pertama lurus,, kemudian berbentuk U dan angka 8, dan kaki jangan turun, bisa turun 1 kali dan jika turun kaki 2 kali beriukunya gugur,

Dan lagi lagi dan lagi kami di suruh pulang….. 

….dan akhirnya kami pulang, setelah dua minggu lagu datang lagi dan ujian lagi.. dan  lagi tidak lulus kembali, dan di hitung-hitung sudah 5 kali ke Garut tidak lulus semua. Dan si polisi tersebut nyuruh datang lagi 2 minggu berikutnya, dan di karena keputus asaan tersebut teman saya itu menunda berbulan-bulan karnea merasa putus asa..

Memang keujuran itu mahalya bro hee,,,

Itu juga kalo yang mau bikin secara instan harus punya duit 550k hari itu juga langsung bisa ke bawa, dan di piker-pikir lagi ke Garut 5 kali, 1x berngakat untuk bahan bakar Rp 20.000, hitung saja 20.000 x 5= 100.000 nah itu yang habis, masih mending mending lah masih jauh ke 550k wk wkwkww
 kalo jujur saja, dan yang paling penting bisa hemat duit, maklum anak kost,,, yg datang dari Cisewu-Garut.

Sebetulnya banyak yang nawarin ,yang secara instan, cuman harganya itu sampai 550.00, di pikir-pikir 550 di bagi 120 , sekitar 3 SIM yang jujur, saya dan sama si eko berpikir lagi, buat apa suap selain kita menjadi dosa juga uangnya tidak ada, maklum bro…. teman saya kan kuliah nya di kampus Islam di UIN Sunan Gunung Jati Bandung, mungkin dia tahu lah bahwa suap itu dosa, ( kalau tidak ada kesempatan) wkk wkwkk

Ada senangnya juga masbro…

Sambil kami pergi ke garut, Dan itu juga bisa jalan-jalan pula, ke situ Cangkuang ke tempat wisata Sabda Alam, masih lumayan lah gak kecew-kecewa bgt ,,walau cuman melongo dari kawat berduri , kerna kami tidak punya uang, kalau punya duit mah udah we buat Bikin SIM walau suap-suap juga haha..

Dan penantian lama sudah berlalu

Dan semakin lama sekali di biarkan siberkas tersebut tidak di lihat, dan akhirnya teman saya itu pindah kosan, dengan alasan kosan tersebut mau di pakai oleh keluarga bapa kosan,  

Rasa Sedih Melanda Teman Saya

Seiring dengan berjalannya waktu dan berlalu
Yang paling nahas lagi begitu pindah kosan, sekitar 2 mingguan mengndiami kosan baru. motor tersebut hilang…

Kerna pada waktu itu itu teman saya update setatus dalam Blackberry Messanger nya
‘’Motor hilang’’+emot kecewa

Dan saya terkejut, lah masa iya motor hilang, padahalkan di situ kosannya banyak orang dan kadang banyak anak-anak yang begadang, masa hilang begitu saja, tetapi saya tidak habis piker,kemudian saya comment BM setatus si eko, dan di tanyakan dan ternya iya memang motor nya hilang, dan katanya sekitar jam 3-4 an dini hari

Dan kata saya , ko cepet laporan ke polsek setempat bikin laporan kehilangan, dan kata si eko udah katanya,

Memang yang namanya rizki allah yang ngatur, bisa apa kita, hanya bisa menjaga dan berdoa semoga bisa di gantikan dengan rizki yang lebih baik, kerna ketentuan Allah itu sudah jelas, (sedikit jadi ustad ) wkwkw

Putus harapan kami menanti yang begitu panjang SIM ooooooh SIM…..

Dan berakhirlah penantin SIM yang begitu panjang, dan berakhir dengan kekecewaan yang sangat luar biasa, terlebih motor teman saya itu di beli dengan Cash 2 tahun yang lalu yaitu motor Vario warna Merah

Dan sampai sekarang tidak dilanjutkn lagi, membuat SIM, lagi pula membut SIM juga buat apa motor nya juga tidak ada, 

Nah itu penantian kami yang begitu panjang membuat SIM dan berakhir dengan kesedihan…
Semoga dengan pengalaman ini jadi gambaran buat kita semua bahwa harta yang berharga adalah yang ada pada saat ini, dan yang sudah di nikmati, semoga dengan penantian dan pengalaman kami penantian SIM ini menjadi sebuah gambaran bahwa perjuangan adalah suatu keharusan tetapi keberhasilan hanya Allah yang menentukan,

*) Features Images: @apoy_rgb

Wassalam…
By. Asep Hermawan Guntara,S.Kep.,Ners